Akreditasi Pendidikan Nonformal Dorong Penyiapan Tenaga Kerja Berkompetensi

Jakarta, Kemendikbud --- Pendidikan nonformal merupakan salah satu pencetak tenaga kerja terampil di samping pendidikan formal. Terampil atau tidaknya lulusan pendidikan nonformal dapat diukur dari kualitas institusi pendidikan yang disebut dengan akreditasi, dan dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN PNF).


Gratis! Ikuti Lokakarya Pelatihan Komik Strip di Museum Basoeki Abdullah

Jakarta, Kemendikbud --- Sekarang banyak kegiatan menarik yang diselenggarakan museum-museum di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkunjung ke museum. Kali ini Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan Lokakarya Pelatihan Komik Strip secara gratis untuk siswa SMA/SMK sederajat.


Peraturan Pemerintah tentang Museum Cantumkan Pelibatan Publik

Jakarta, Kemendikbud --- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum memiliki bab khusus tentang peran serta masyarakat, yaitu di Bab X. Pencantuman tentang peran serta masyarakat dalam permuseuman ini sesuai dengan salah satu kerangka strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai pelibatan publik.


Mendikbud Tinjau Proyek Pembangunan SMP di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

Sumbawa, Kemendikbud --- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan pendidikan yang merata bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri. Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rencananya dibangun di kawasan Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Dusun Pamangong, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.


Mendikbud Ajak Sekolah-Sekolah Lebih Melibatkan Orang Tua

Mataram, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak sekolah-sekolah lebih melibatkan peran orang tua dalam proses pendidikan. Selama ini, menurut Anies, ketika sekolah mengundang orang tua, persepsi yang muncul di benak para orang tua adalah terkait dengan sumbangan. Hal itu perlu diubah dan pelibatan orang tua harus ditingkatkan. Hal-hal tersebut diungkapkan Mendikbud di hadapan guru-guru dan kepala sekolah di Auditorium Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram, Senin (8/2/2016) kemarin.


Kemendikbud Buat Sekolah Aman Asap di Kawasan Gunung Bromo

Lumajang, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus menyelenggarakan sosialisasi sekaligus menerapkan sistem sekolah aman asap. Sistem ini diterapkan di beberapa sekolah yang paling terdampak asap, diantaranya adalah sekolah-sekolah yang berada di kawasan Gunung Bromo. Ananto Kusuma Seta sebagai staf ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing mewakili Mendikbud turun langsung ke lapangan di Kabupaten Probolinggo dan Lumajang untuk pemasangan sistem sekolah aman asap.


Tumbuhkan Budi Pekerti Anak untuk Menjawab Tantangan Global

Jakarta, Kemendikbud --- Salah satu tantangan global dunia pendidikan saat ini adalah membentuk anak-anak bangsa agar mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tidak cukup dengan itu saja, anak-anak juga harus mampu memesona di negeri orang untuk menjawab tantangan global tersebut.


Pendidikan, Upaya Menangkal Radikalisme dan Ekstremisme

Jakarta, Kemendikbud --- Dunia pendidikan mengemban tugas untuk mencetak generasi yang mampu menaklukkan tantangan masa depan. Salah satu tantangan yang paling mendesak adalah agar anak-anak terlindungi dari radikalisme dan ekstremisme.


Akreditasi Pendidikan Nonformal Dorong Penyiapan Tenaga Kerja Berkompetensi

11/02/2016
Jakarta, Kemendikbud ---Pendidikan nonformal merupakan salah satu pencetak tenaga kerja terampil di samping pendidikan formal. Terampil atau tidaknya lulusan pendidikan nonformal dapat diukur dari kualitas institusi pendidikan yang disebut dengan akreditasi, dan dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN PNF).
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, sebagai badan yang menilai kompetensi institusi pendidikan nonformal BAN PNF harus menjadi tempat pembelajaran dengan iklim yang membangun. Badan ini harus memastikan orientasi perubahan perilaku dan bukan sekadar jumlah, baik pada peserta didik, tenaga pendidik, maupun institusi pendidikan.
 
“BAN PNF harus beda. Bukan hanya sebagai ‘palu godam’ yang menakutkan,” kata Menteri Anies saat berdiskusi dengan jajaran BAN PNF di Kantor Kemendikbud, Kamis (11/02/2016).
 
Mendikbud mengatakan, untuk memastikan mutu serta kredibilitas BAN PNF diperlukan partisipasi dari masyarakat. Karenanya, BAN PNF perlu merangkul institusi lain yang juga memiliki kepentingan, baik dari sektor swasta maupun pemerintah daerah untuk ikut terlibat.
 
Selain itu, kata Mendikbud, peraturan-peraturan tentang penyelenggaraan akreditasi pendidikan nonformal akan diriviu kembali. Tujuannya, agar hambatan yang selama ini ditemui dapat segera dicarikan solusi dan percepatan persiapan tenaga kerja berkompeten dapat dilakukan.
 
Mendikbud menuturkan, guna meningkatkan kualitas BAN PNF perlu dilakukan kajian lebih dalam sebagai  pembanding kepada negara-negara yang telah sukses menyiapkan tenaga kerja terampil. Contoh negara terdekat adalah Filipina, dan untuk negara di Eropa contohnya adalah Jerman. Pengkajian tersebut bisa dilakukan virtual tanpa harus berkunjung ke dua negara ini.  
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAN PNF Boedi Darma Sidi mengatakan, BAN PNF memang harus bisa menjadi agen peningkatan mutu dan mendorong agar pendidikan nonformal dapat berkembang. Bahkan tahun ini, kata dia, akan ada evaluasi bagi proses akreditasi yang telah dilakukan. “Selama ini urusan akreditasi lebih banyak administratif. Ke depan, akreditasi PNF akan mengutamakan peningkatan kualitas guru dari waktu ke waktu,” katanya.


Sumber : www.kemdikbud.go.id

Penulis : aline rogeleonick
Editor : Anandes Langguana


Back to News